Clone tidak hanya berarti salinan yang benar-benar identik. Mengganti beberapa kata, membalik urutan frasa, atau mengubah sedikit tata bahasa sambil tetap mempertahankan struktur utama sumber juga dapat tetap tergolong plagiarisme jika sumbernya tidak diakui.
Penggunaan kembali karya sendiri yang pernah diserahkan, dinilai, dipublikasikan, atau dipresentasikan sebelumnya tanpa mengakui bahwa bagian tersebut berasal dari karya terdahulu
Clone tidak hanya berarti salinan yang benar-benar identik. Mengganti beberapa kata, membalik urutan frasa, atau mengubah sedikit tata bahasa sambil tetap mempertahankan struktur utama sumber juga dapat tetap tergolong plagiarisme jika sumbernya tidak diakui.
Penggunaan keluaran sistem AI generatif, baik berupa teks, ringkasan, parafrasa, terjemahan, struktur argumen, gambar, tabel, maupun rancangan analisis, tanpa atribusi atau tanpa pengakuan yang layak atas kontribusi sistem tersebut
Teknik parafrase adalah cara menyampaikan kembali gagasan, informasi, atau pendapat dari sumber lain dengan bahasa sendiri tanpa mengubah makna pokoknya
Kutipan adalah cara memasukkan pernyataan, gagasan, atau informasi dari sumber lain ke dalam tulisan akademik secara sahih dan bertanggung jawab. Dalam karya ilmiah, kutipan berfungsi untuk menunjukkan dasar argumentasi, memperkuat analisis, dan membedakan secara jelas antara bagian yang merupakan kontribusi penulis dengan bagian yang berasal dari sumber lain.
Similarity score hanyalah persentase teks yang cocok dengan sumber lain dalam basis datanya, dan bahwa alat tersebut tidak secara otomatis memeriksa atau memutuskan plagiasi.
skala toleransi kemiripan teks sebaiknya dipahami sebagai batas operasional internal untuk triase akademik, bukan sebagai ukuran universal tentang ada atau tidaknya plagiasi. Dengan mengacu pada cara Turnitin menyajikan rentang skornya, program studi dapat merumuskan pendekatan operasional sebagai berikut:
Angka di rentang ini (zona Hijau) adalah hal yang sangat wajar dalam penulisan ilmiah. Teks yang terdeteksi biasanya berupa frasa umum (jargon akademik), nama institusi, landasan teori yang sudah sangat umum, atau kutipan langsung yang memang sah.
“zona abu-abu” (zona Kuning). Persentase ini biasanya muncul bukan karena sengaja memplagiasi karya orang lain secara utuh, melainkan karena kelemahan teknis dalam menulis. Misalnya:
Patchwriting: Melakukan copy-paste, lalu hanya mengganti satu atau dua kata dengan sinonimnya tanpa merombak struktur kalimat (parafrase yang buruk).
Terlalu Banyak Kutipan Langsung: Terlalu sering mencomot kalimat utuh dari sumber aslinya alih-alih menyintesis ide tersebut dengan bahasanya sendiri.
Di zona Oranye ini, orisinalitas naskah sudah sangat dipertanyakan. Sebagian besar isi tulisan, argumen, atau analisis merupakan hasil salinan dari tempat lain.
Penelusuran Sumber, Revisi, dan Klarifikasi: Pada tahap ini, naskah tidak bisa begitu saja diloloskan.
Skala ini adalah zona Merah. Naskah identik dengan dokumen yang sudah ada. Ada dua kemungkinan utama:
Terjadi Plagiarisme fatal (menyalin utuh skripsi/jurnal milik orang lain).
Atau Terjadi Self-plagiarism kesalahan teknis (misalnya, penulis mengunggah draf tugas akhir yang sama dua kali ke dalam repository kampus tanpa pengaturan exclude from repository, sehingga draf kedua terdeteksi menjiplak draf pertamanya sendiri 100%).
Kasus ini tidak lagi sekadar urusan revisi penulisan, tetapi sudah masuk ke ranah pelanggaran etika akademik. Jika terbukti plagiarisme disengaja, ini membutuhkan sidang atau komite etik disiplin, yang bisa berujung pada pembatalan tugas akhir atau sanksi akademis yang tegas.
Sistem Informasi Pedoman Anti Plagiasi dan Penggunaan AI pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pattimura Ambon.
Designed & Develope by @beatbridge